budaya indonesia

BudayaIndonesia

Bermain adalah aktivitas yang sangat menyenangkan apalagi untuk anak-anak. Apalagi ketika memainkan beragam permainan tradisional, bagi yang sudah pernah merasakannya pasti sepakat bahwa permainan tradisional sangat mengasyikkan. Berbagai permainan tradisional yang sudah cukup dikenal antara lain congklak, bekel, lompat tali, gala ulung, hingga benteng-bentengan.

Permainan tradisional selain asyik untuk dimainkan juga sarat akan nilai-nilai yang luhur. Bertambah kagum mungkin ketika kita bisa membayangkan betapa pintar dan kreatifnya nenek moyang kita ketika menciptakan ragam aktivitas yang sangat menyenangkan tapi mempunyai nilai-nilai yang begitu mendidik. Seperti congklak misalnya, sebuah permainan kompetisi namun mengajarkan anak-anak untuk rajin menabung atau permainan benteng-bentengan yang selain dapat membuat fisik bugar juga menanamkan nilai-nilai kerja sama tim, kekompakan, dan berpikir strategis ketika harus menolong temannya yang ada di benteng musuh dan untuk memenangkan permainan.

Jumlah permainan tradisional di Indonesia bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Hal ini menunjukkan betapa kayanya nusantara kita dan mungkin sudah banyak orang yang mendengungkan betapa seharusnya kita berbangga untuk limpah ruahnya kekayaan budaya ini. Namun cukupkah dengan berbangga saja ketika ternyata permainan ini berada di tengah ancaman kepunahan?.

Saat ini menemukan anak-anak terutama di perkotaaan yang sedang memainkan permainan tradisional sudah menjadi hal yang langka. Mungkin menjadi hal wajar untuk daerah perkotaan dimana lahan kosong yang dapat digunakan untuk bermain semakin berkurang. Namun selain permasalahan itu, permainan yang kaya nilai ini ternyata juga kalah berkompetisi dengan berbagai permainan modern dan canggih yang mudah didapat melalui televisi, komputer, DVD player, play station baik portable maupun non-portable yang dapat di sewa, hingga Handphone satu warna.

Kekhawatiran dan keinginan untuk melestarikan permainan tradisional sudah timbul di masyarakat. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan dalam rangka pelestarian itu seperti festival-festival rakyat. Namun sayang kegiatan itu mungkin hanya menjadi semacam “malam kenangan” karena selepas kegiatan itu orang-orang pun pulang ke rumah masing-masing dan kembali ke kesehariannya dan tetap anak-anak pun tak kunjung memainkan permainana tradisional tersebut. Seperti artefak budaya lainnya, permainan tradisional pun kini berada di tengah proses seleksi alam. Terancam punah karena sejauh ini kalah berkompetisi di pasar. Dan bukan tidak mungkin lama-kelamaan menjadi benar-benar punah dan hanya akan kita temui di sebuah museum permainanan tradisional.

Lalu pelestarian seperti apakah yang tepat untuk permainan tradisional ini?. Mungkin memang jawabannya seperti yang teman saya bilang, “Inovasi adalah kata kuncinya”. Melihat tren fesyen batik belakangan lalu menunjukkan bahwa ketika batik bisa disesuaikan dengan model pakaian yang sedang tren maka batik pun menjadi hidup kembali, dipakai oleh siapa saja dimana saja.

Melakukan inovasi terhadap permainan tradisional dalam rangka pelestarian budaya sangat mungkin sekali untuk dilakukan namun upaya pelestarian ini akan menjadi terbatas ketika tidak didukung oleh dokumentasi yang lengkap. Oleh karena itu, langkah awal berupa pendokumentasian kekayaan budaya adalah hal yang penting untuk dilakukan dalam upaya inovasi dan pelestarian. Sehingga kita dapat memperoleh suatu deskripsi yang informatif untuk melakukan pengembangan permainan tradisional yang tidak hanya dapat membantu kita untuk menghidupkan kembali permainan tradisional itu, tapi juga menyampaikan dengan efektif nilai-nilai sejarah dan moral yang terkandung di dalamnya.

Akan sangat menarik ketika kita bisa mengawinkan sains dan teknologi dengan berbagai permainan tradisional dan kemudian menghasilkan suatu produk baru yang inovatif tanpa melupakan penanaman nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal dibalik permainan tersebut. Sehingga permainan tersebut tidak hanya hidup dalam keseharian tapi juga semakin meningkatkan pengetahuan anak-anak akan akar sejarahnya dan nilai-nilai luhur yang dapat diambil. Dengan kemungkinan mengawinkan teknologi dan budaya tradisional tersebut mungkin seorang anak di perkotaan dapat bermain congklak dengan anak lain di kota yang berbeda dengan sebuah aplikasi congklak online.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: